Algoritma - Pseudocode

Program komputer pada umumnya mencoba memecahkan suatu masalah berdasar defenisi yang baik menggunakan algoritma. Pada masalah yang harus dipecahkan tersebut dengan algoritma awalnya akan ditulis dalam bahasa alami yang sangat mirip dengan berbicara sehari-hari. Disini kita membutuhkan sesuatu yang lebih dekat dengan set instruksi komputer yang sebenarnya yang nantinya langsung dari bahasa alami ke kode computer. Sehingga Sering kali para programmer lebih baik menulis ulang algoritma menjadi sekumpulan instruksi spesifik yang mirip dengan kode computer tetapi tidak spesifik untuk komputer mana pun. Itulah yang kita sebut Pseudocode.

Pseudocode kadang diucapkan dengan SOO-doh-kohd, kombinasi dari dua kata Pseudo dan Code, yang artinya ‘Pseudo’ berarti imitasi dan Code mengacu pada instruksi yang ditulis dalam bahasa pemrograman, merupakan kode semu bukanlah kode pemrograman nyata. Bisa diartikan Pseudocode itu suatu deskripsi atau Penyajian algoritma yang terperinci yang dapat dibaca tentang apa yang harus dilakukan oleh program atau algoritma computer. Jadi lebih diartikan sebagai mendekati bahasa pemrograman tertentu tetapi bukan merupakan bahasa pemrograman, diekspresikan dalam bahasa alami yang diformat secara formal daripada dalam bahasa pemrograman. Kadang juga dijumpai dalam penggunaan sebagai langkah mendetail dalam proses mengembangkan suatu program.

Sehingga ketika anda bertanya apa perbedaan algoritma, pseudocode dan program maka:

  • Algoritma merupakan pendekatan logis secara sistematis dimana terjadi prosedur langkah-demi-langkah yang terdefinisi dengan baik yang memungkinkan komputer memecahkan masalah.

  • Pseudocode Inilah versi yang lebih sederhana dari kode pemrograman dengan bahasa Inggris sederhana menggunakan frasa pendek untuk menulis kode untuk suatu program sebelum diimplementasikan dalam bahasa pemrograman tertentu. Program terakhir sebagai kode tepat yang ditulis untuk masalah mengikuti semua aturan bahasa pemrograman.

Pseudocode pada algortima ini digunakan untuk menggambarkan solusi suatu permasalahan, anda akan menjumpainya terlihat sangat mirip C ++ yang lebih abstrak, atau C #, tetapi ada beberapa hal yang perlu ditunjukkan darinya antara lain Pre-conditions atau pra kondisi harus selalu ditegakkan, Post-conditions atau Pasca kondisi merupakan hasil dari penerapan algoritma untuk struktur data d, Jenis parameter disimpulkan. Jika suatu algoritma memiliki return type atau tipe kembalian, ia akan sering disajikan dalam Post-conditions, tetapi di mana jenis kembalinya cukup jelas, ia dapat dihilangkan demi keringkasan.

Struktur Algoritma PsedoCode biasa terdiri dari:

Header {Berisi Nama dan Info Algoritma}
Deklarasi {Berisi Deklarasi Variabel atau Konstantan}
Deskripsi {Berisi Inti Algoritma}

Header yang memuat nama algoritma serta informasi atau keterangan tentang algortima yang ditulis. Bagian Deklarasi atau Definisi Variabel yang memuat definisi tentang nama variabel, nama tetapan, nama prosedur, fungsi atau tipe data yang akan digunakan dalam algoritma. Nah sedang pada bagian Deskripsi atau perincian langkah ini memuat langkah-langkah penyelesaian masalah yang antara perintah baca data, tampilkan, repeat, yang mengubah data input menjadi output dan sebagainya.

Nah sekarang ketika anda mulai menggunakan, pilih frasa yang menggunakan kata-kata yang mudah ditranskripsikan ke dalam instruksi komputer. Termasuk ketika Anda melampirkan instruksi pada satu lingkaran atau klausa kondisional. Loop merupakan seperangkat instruksi yang diulang, sedang klausa kondisional dibentuk oleh perbandingan dan apa yang harus dilakukan jika perbandingan itu berhasil atau gagal. Teknik ini memastikan mudah dibaca. Dan Hindari kata-kata yang terkait dengan bahasa komputer tertentu karena akan membingungkan saat menterjemahkan ke kode computer.

Contohnya menghitung luas lingkaran:

Header: Algoritma Luas_Keliling_lingkaran
Deklarasi : real r, luas, keliling;phi ← 3.14;
Deskripsi read®;luas ← phi * r * r;keliling ← 2 * phi * r;write(luas,keliling);
Algoritma:
Masukan real (r)
Hitung luas dengan rumus phi x  r x r
Hitung Keliling dengan rumus 2 x phi x r
Tampilkan luas
Tampilkan keliling
Jika sudah selesai, cetak luas dan keliling
Pseucode:
Input real
Read real
luas ← phi * r * r
Output Luas
Print Luas
Write Luas
Keliling ← 2 * phi * r
Outout keliling
Print Keliling
Write Keliling
If kondisi_selesai = true then print luas and keliling

Tinggal anda menggunakan kode program seperti bahasa C+, Pascal, dll untuk program anda.

Untuk aturan Pseudocode cukup mudah. Semua pernyataan yang menunjukkan “ketergantungan” harus dijorok. Ini termasuk while, do, for, if, switch. Kata- kata yang cukup standar yang bisa di gunakan dan termasuk struktur perulangan standar adalah:

FOR … ENDFOR
WHILE…ENDWHILE

Atau istilah untuk klausa kondisional standar seperti

IF … ENDIF
    WHILE … ENDWHILE (ini adalah loop dan klausa kondisional dengan cara)
    CASE … ENDCASE
if kondisi then
pernyataan
if kondisi 1 then
pernyataan 1
else
pernyataan 2
if kondisi 1 then
pernyataan 1
else if kodisi 2 then
pernyataan 2
else if kondisi n then
pernyataan
else
pernyataan else

Untuk perulangan dan pemilihan, Kata kunci yang akan digunakan termasuk Do While…EndDo; Do Until…Enddo; Case…EndCase; If…Endif; Call … with (parameters); Call; Return ….; Return; When; Selalu gunakan terminator lingkup untuk loop dan iterasi.

for (persyaratan) do
pernyataan for
while (persyaratan)
pernyataan while
Repeat
pernyataan repeat
Until (persyratan)

Sebagai kata kerja, gunakan kata-kata Generate, Compute, Process, etc. Kata yan diset seperti reset, increment, compute, calculate, add, sum, multiply, … print, display, input, output, edit, test , etc. dengan hati-hati karena cenderung untuk mendorong pseudocode yang diinginkan.