Bahasa Python - Contoh Fungsi def dan lang

Materi python kita kali kita tentang membangun function kita sendiri. Kita sudah membahas sedikit syntax dimateri yang lalu dan kita akan mengeskplore penggunaan def keyword dan beberapa pilihan yang akan kita buat. Dan anda harus ingat bahwa pernyataan def hanya mendefinisikan fungsi saja, bisa saja ada efeknya namun itu tidak akan meng-run kode kita. Fungsinya sebatas mengingat kode, dan kita akan memanggilnya dengan penggunaan function. Sekedar contoh lagi, beberapa kode disfungsional yang tidak akan berfungsi dengan baik. Kita tulis kode:

>> x = 5
>> print('Hello')
>>
>> def print_lyric():
>>    print("Saya lagi belajar Python")
>>    print("Saya masih pemula ketika belajar Python")
>>    
>> print('Yo')
>> x = x+2
>> print(x)
Hello
Yo
7

Dan Anda tidak mesti memiliki def di awal program. Kita melakukan pernyataan print, jadi keluarlah Hello. Kemudian kita membuat kode fungsi def seperti

Def print_lyric():
   print("Saya lagi belajar Python")
   print("Saya masih pemula ketika belajar Python")

Dan Sekarang ternyata perintah print ini melakukan de-indentasi, jadi semacam terdapat block sebagai fungsinya, meskipun pernyataan sudah disalin dan lanjut untuk dicetak. Kita buat kode baru, print(‘Yo’) dan membuat pernyataan baru pada x dengan membuat persamaan x = x+2; Hasilnya:

Yo
7

Apa kesimpulannya? def hanya sebagai pengingat kode dan tidak secara otomatis menjalankan kode. Selamanya tidak akan dieksekusi oleh program jika kita tidak melakukan ‘invoke’. Invoke adalah pustaka Python (2.7 dan 3.4+) untuk mengelola subproses yang berorientasi pada shell dan mengatur kode Python yang dapat dieksekusi ke dalam tugas CLI-invokable. Anda bisa kunjungi web ini untuk lebih jelasnya tentang invoke, pyinvoke.org.

Jadi sekarang kita akan tunjukkan bagaimana def bekerja, setelah Anda mendefinisikannya, kita harus memanggilnya, dan itu adalah bagian reuse. Dan kita punya “store” yaitu

def print_lyric():
   print("Saya lagi belajar Python")
   print("Saya masih pemula ketika belajar Python")

tapi bukan bagian dari reuse. Nah Sekarang kita akan memanggil print_lyrics():

>> x = 5
>> print('Hello')
>>
>> def print_lyric():
>>    print("Saya lagi belajar Python")
>>    print("Saya masih pemula ketika belajar Python")
>>    
>> print('Yo')
>> print_lyric()
>> x = x+2
>> print(x)

Print disini sebagai function memiliki tanda kurung dengan parameter. Sedangkan pada kode diatas, Kita tidak menaruh parameter apa pun disana namun kita mendapatkan hasilnya dalam hitungan detik. Kenapa? Karena print_lyric() sudah menjadi reuse, sudah kita buat aturan atau pernyataan sebelumnya dengan menggunakan def, dan perintah print mengingat dan memanggil pernyataan tersebut. Jadi inilah invoke didalamnya terdapat store dan reuse.

Oke contoh diatas sejauh ini tidak memiliki argument. Argumen disini adalah nilai yang kita berikan ke fungsi sebagai inputnya ketika kita memanggil fungsi. Ketika kita menggunakan argumen sehingga kita dapat mengarahkan fungsi untuk melakukan berbagai jenis pekerjaan ketika kita memanggilnya pada waktu yang berbeda. Kita memasukkan argumen dalam tanda kurung setelah nama fungsi. Ex:

>> big = max('Hello World')
W

Jadi argumen adalah input, jadi jika kita ingin mendefinisikan argumen dalam fungsi kita sendiri yang kita buat, kita hanya memasukkannya ke dalam tanda kurung Ini seperti variabel, kita memilih nama variabel. Tetapi variabel semacam ini tidak ada. Variabel lang yang terbaik dianggap sebagai alias. Alias untuk apa pun pada parameter pertama akan menjadi ketika pemanggilan fungsi tertentu terjadi.

Parameter disini adalah variabel yang digunakan dalam defenisi fungsi. Ini adalah ‘handle’ yang memungkinkan kode dalam fungsi bisa mengakses argumen pada pemanggilan fungsi tertentu. Ex:

def greet(lang):
    if lang == 'id':
        print('selamat pagi')
    elif lang == 'fr':
        print('bonjour')
    else:
        print('Halo')
greet('id')
greet('fr')
greet('en')

Dicontoh diatas, Variabel lang membuat argument dalam bahasa Indonesia(id), alias dalam bahasa france(fr), alias dalam bahasa English(en). Jadi kita akan melakukan invoke fungsi tiga kali, kita memasukkan pada tanda kurung tiga hal berbeda. Ini adalah cara untuk memiliki kode yang hampir sama pada python tapi sedikit berbeda. Dengan memasukkan ke dalam parameter yang berbeda, maka kode itu melakukan sesuatu yang berbeda. Dan ini benar-benar hanya pengganti untuk mengatakan apa pun pada parameter pertama.

Seperti diatas parameter pertamanya adalah ‘id’ lalu print, parameter selanjutnya ‘fr’ lalu print dan selainnya adalah ‘en’. Jadi ketka program kita jalan, itu tidak akan menciptakan kode apapun, tapi menciptakan ‘thing’ yang disebut greet. Jadi kita beri indikasi pada python, kita punya parameter, dan saat invoke, python mengingat dan memanggilnya secara berurutan sesuai parameter panggilan. Jadi Anda melihat seluruh pola di sana, kode yang hampir sama tapi berbeda di sana, tetapi Anda mendapatkan ide. Itu akan berjalan beberapa kali dan lang adalah alias untuk apa pun pada parameter pertama yang terjadi.