Sekuriti - Efektif Penggunaan

Mental model merupakan satu bagian penting dari manfaat sistem, ini akan membantu kita memahami bagaimana pengguna merasakan sistem. Dan pada saat membangun sebuah sistem kita mengacu pada mental model ini, akan membantu kita untuk meningkatkan kemampuan sistem dari semua faktor yg sudah pernah kita diskusikan sebelumnya. Pengguna bukan orang yang menuliskan kode sistem, bukan juga orang yang terlibat dalam desain sistem, jadi mereka tidak akan tahu secara detail bagaimana sistem itu bekerja saat mereka menggunakannya.

/photo/collaboration-community-cooperation-872955/

Namun saat pengguna mulai menggunakan sistem yang baru, maka mereka akan mengandalkan mental model ini, dimana pengguna akan menggunakan pengalaman-pengalaman ketika mereka menggunakan perangkat lunak yang lain. Mereka akan mencoba mengaplikasikan pengalaman tsb di sistem yang baru dengan harapan pengalaman itu akan membantu mereka mempelajari sistem yg baru. Jika kita bs memakai mental model ini saat mendesain sebuah sistem, maka itu akan membantu kita membuat sebuah sistem yang akan mudah dipelajari dan digunakan oleh pengguna. Sistem ini akan lebih mudah diingat, lebih efisien, lebih cepat, lebih konfiden dan akan meningkatkan kemampuan sistem dari semua aspek. Ada beberapa faktor untuk membangun sistem dengan mental model ini.

Yang pertama adalah kemampuan, kemampuan adalah sesuatu hal dalam sistem yang memperlihatkan bagaimana seharusnya pengguna menggunakan sistem. Ada beberapa komponen penting yang merupakan bagian dari kemampuan ini yaitu mapping (pemetaan), visibilitas dan feedback (umpan balik). Mari kita bahas satu-satu, mapping adalah. Pemetaan adalah bagaimana fungsi-fungsi dipetakan sehingga mudah bagi pengguna mengidentifikasi. Contoh misalnya pada gambar dibawah ini :

sekuriti_mental1

Ini contoh kompor dan pemantiknya, Yang bulat merah adalah pembakarnya dan yg bulat putih adalah pemantiknya. Kira-kira dari gambar diatas apakah anda bisa mengindentifikasi pemantik yang mana yang bisa menyalakan pembakar sebelah kiri depan, atau pembakar sebelah kanan belakang, mungkin ada yang mengatakan pemantik paling kiri, atau pemantik 2 dari kiri. Sebetulnya dengan metode coba-coba tentu nantinya bisa, akan tetapi sebuah sistem harusnya tidak begitu, sebuah sistem adalah ketika kita pertama kali melihatnya maka kita akan langsung tahu yang mana pemantik bisa digunakan.

Sekarang mari kita coba petakan ulang pemantik ini agar lebih mudah diidentifikasi, mari kita lihat gambar dibawah ini.

sekuriti_mental2

Kira-kira anda sudah bisa menebaknya? Ya, tentu saja, kita akan bisa mengatakan pemantik barisan depan untuk pembakar barisan depan, pemantik yang di belakang untuk pembakar yang dibelakang. Simpel kan, jadi untuk jumlah pemantik yang sama namun dengan pemetaan yang berbeda akan menghasilkan sistem yang lebih mudah untuk digunakan. Namun model ini masih tetap menciptakan kebingungan sesaat bagi pengguna baru, bisa saja ada yang mengatakan bahwa pemantik depan untuk pembakar yg dibelakang karena dianggap saling garis lurus.

Sekarang mari kita buat pemetaan yang lebih baik lagi agar kebingungan pengguna tidak terjadi lagi, coba lihat gambar dibawah :

sekuriti_mental3

Sudah bisa terpetakan kan, kita akan langsung menebak bahwa dua pemantik yg depan dan berdekatan adalah untuk pembakar yang depan, dan dua pemantik yang dibelakang yang jaraknya jauh untuk pemantik yang dibelakang. Inilah yang dimaksud dengan bagaimana memetakan sebuah sistem sehingga mudah bagi pengguna.

Bagaimana dengan model pemetaan seperti dibawah ini :

sekuriti_mental4

Lebih bagus lagi kan, dan sudah terpetakan dengan sekali lihat, kenapa, karena modelnya sudah sama antara pemantik dan pembakar.

Contoh lain mapping yang bagus, ada di mobil anda, jika anda berkendara dan kemudian akan berbelok tentu anda akan memutar stir anda ke arah anda mau belok, jika mau belok kiri tentu stir anda akan putar ke kiri begitu pula sebaliknya, tidak mungkin ketika anda putar setir kekiri mobil akan belok ke kanan, sistemnya sudah dibuat seperti itu untuk mempermudah manusia. Begitu pula lampu sein, ketika anda akan belok kiri tentu anda akan menggerakkan tombol sein ke kiri (dalam hal ini kebawah, tapi sebetulnya maksudnya itu kekiri) dan sebaliknya kalau mau belok kanan, tombol sein akan anda gerakkan kekanan (dalam hal ini keatas), mapping sistem belok ini menunjukkan bahwa pengguna sangat mengerti bagaimana menggunakannya tanpa hrs diajarkan berulang-ulang.

Yang kedua adalah visibility atau gampang dilihat, google adalah contoh yang bagus tentang visibility, google membuat pekerjaan yang sangat bagus dengan memperlihatkan situs-situs yang paling dicari atau disukai orang, tampilan umum di situs google bisa dikatakan sederhana namun sangat tidak memberatkan pengguna. Dibagian atas kita akan melihat deretan alamat-alamat situs yang ditampilkan google dan sesuai dengan apa yng kita butuhkan, sebagian besar dari kita hanya tahu bahwa google memiliki mesin pencari yang sangat hebat, cukup mengetikkan sesuatu di kotak pencari maka akan muncullah situs-situs yang kita cari. Namun pernahkah kita memperhatikan tampilan google secara lebih seksama, ternyata dibagian bawah ada tombol-tombol spt ini.

sekuriti_mental5

Dan seperti ini :

sekuriti_mental6

Kenapa google menempatkannya dibagian bawah, buka ditengah-tengah agar pengguna bisa langsung melihat, karena sebagian besar pengguna google adalah orang yang membutuhkan fungsi google sebagai mesin pencari, sehingga bagian2 spt advertising, privacy, dst sebetulnya tidak dibutuhkan dan tidak menarik bagi pengguna ini, bagian2 ini hanya dibutuhkan oleh pengguna-pengguna tertentu. Seperti advertising hanya dibutuhkan oleh pengguna yang ingin situsnya berada di bagian atas pencarian google.

Feedback adalah bagaimana sistem merespon keinginan anda dan memberikan informasi yang anda inginkan, sebagai sebuah contoh pada situs online, kita akan membeli sebuah baju dengan ukuran tertentu, ketika kita menklik gambar baju yang diinginkan maka situs akan merespon dengan mengatakan bahwa ukuran yang anda inginkan tidak tersedia.

Pembatasan adalah bagaimana sistem membatasi kita untuk melakukan hal-hal yang seharusnya tidak kita lakukan dan bagaimana sistem mendorong kita melakukan hal-hal yang benar. Sebagai contoh gambar dibawah ini.

/photo/black-and-white-blurred-background-cables-1426702/

Disini kita melihat ada steker listrik yang modelnya 2 besi plat, sementara pada lubang colokan terdapat 3 titik, kita tidak bisa memaksakan steker tersebut masuk ke lubang colokan yang di tengah karena modelnya tidak sama dengan steker, steker hanya akan bisa masuk ketika model steker cocok dengan model di colokan, ini yang dimaksud membatasi.

Pada situs web perbankan, untuk masuk kedalamnya pasti akan dibutuhkan login user dan password, tanpa keduanya kita tidak akan bisa masuk ke situ tsb, walaupun anda adalah direktur perbankan tsb, contoh lain ada wifi dalam sebuah komunitas, untuk mendapatkan layanan wifi tentu anda harus join di wifi tsb dan untuk join anda harus memasukkan password wifinya, tanpa itu anda tidak bisa join.

/photo/banking-buy-computer-34577/

Disebuah jalan raya, biasanya akan ada lampu lalu lintas, umumnya warna merah adalah tanda berhenti dan tempatnya dibagian atas, dan warna hijau adalah tanda berjalan dan ditempatkan dibawah. Tanda-tanda ini memberikan anda petunjuk kapan harus jalan kapan harus berhenti. Tanda-tanda ini membatasi anda untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak sesuai dan mendorong anda melakukan hal-hal yang benar. Ini yang dimaksud dengan pembatasan.

Kembali kepada mental model, faktor-faktor diatas adalah kombinasi yang bisa dimasukkan kedalam sistem untuk kemudahan pengguna. Affordances (kemampuan) membantu pengguna mencari tahu apa yg harus dilakukan, pembatasan membantu pengguna untuk tidak melakukan hal-hal yang salah, pemetaan membantu pengguna melihat fitur-fitur dengan sangat jelas dan mudah. Faktor-faktor ini akan membantu kita untuk membuat desain sistem yang diinginkan oleh pengguna dan bagaimana desain sistem kita akan sangat berguna bagi penggunanya.