IT - Angka Biner

Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana angka 1 dan 0 bisa menjadikan komputer bekerja. Mari kita buat sebuah contoh, saklar lampu dan bola lampu. Saklar akan kita switch sehingga lampu menyala atau mati, jika lampu menyala bisa kita menunjukkan angka 1, dan angka 0 menunjukkan lampu mati. Nah bayangkan jika ada delapan saklar lampu dan bola lampu yang mewakili 8 bit. Kesemuanya bekerja sesuai dengan saklar lampu yang kita inginkan hidup atau mati.

photo/photo/photo-of-green-data-matrix-1089438

Angka biner pada umumnya terdiri dari angka 1 dan 0 yang digunakan oleh komputer untuk melakukan proses dari yang paling gampar ke yang paling kompleks. Mungkin bisa di analogikan seperti kartu tusuk atau punch, dimana alat tenun ini sama cara kerjanya. Artinya alat tenun dalam kondisi menyala atau posisi 1, begitu pula sebaliknya. Ini adalah konsep dasar binary atau angka biner. Dengan memanfaatkan angka 1 dan 0, mereka bisa menenun kain dengan pola yang rumit.

Industri teknologi kemudian mencoba memanfaatkan konsep ini pada komputer, jika ada lubang maka komputer membaca 1 dan jika tidak ada komputer membaca 0, dengan mentransfer konsep ini ke komputer maka komputer saat itu bisa digunakan untuk menghitung angka apa saja. Teknologi Komputer saat ini sudah mengganti konsep lubang dengan arus listrik melalui transistor, jika ada arus berarti angka 1 dan jika tidak ada berarti angka 0.

photo/photo/bulb-close-up-conceptual-current-207420

Kembali pada saklar tadi, bagaimana jika anda dua saklar yang berjauhan dan masing-masing saklar berfungsi menyalakan masing-masing lampu di 2 tempat yang berbeda, bagaimana kita mematikan 1 lampu dan menyalakan lampu lainnya sesuai keinginan kita. Disinilah dikenal konsep lainnya yaitu gerbang logika (logical gate). Gerbang logika akan mengatur transistor komputer melakukan pekerjaan yang lebih kompleks, seperti memilih lampu yang akan dimatikan atau dinyalakan sesuai kondisi logika yang diinginkan. Ini konsep dasar komputer bisa bekerja dengan angka 1 dan 0 yang membuat instruksi-instruksi yang diinginkan berjalan.

Nah, mari kita tinjau kembali atau kupas sedikit tentang angka biner.

Angka biner adalah satu blok komunikasi yang fundamental dalam sebuah komputer, dan bisa mewakili tidak hanya sebagai teka atau gambar tapi bisa lebih dari itu. Angka biner banyak digunakan dalam banyak aspek dikomputer seperti dalam jaringan komputer yang akan kita pelajarai dalam pelajaran berikutnya. Sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana angka biner ini bekerja dan sebagai seorang IT support yang bekerja pada bidang networking atau keamanan kompter maka memahami angka biner bekerja menjadi sebuah keharusan.

Kita memahami bahwa komputer hanya mengenal 2 angka yaitu 1 dan 0, sementara manusia mengenal angka desimal yaitu 0-9, dalam sistem desimal ada 10 kemungkinan angka yang bisa digunakan. Jadi bisa dikatakan bilangan biner berbasis 2 sementara bilangan biner berbasis 10. Nah bagaimana mempertemukan 2 model angka ini sehingga bisa dipahami oleh komputer dan juga bisa dikenal oleh manusia.

Sekarang mari kita lihat anga ini 330, 250, 2, 40, 4 .000.000, semuanya angka desimal. Manusia menggunakan angka desimal untuk mencari tahu bit apa yang digunakan oleh komputer agar bisa dikenal kita dapat menggunakan nomor apa pun dengan hanya dengan menggunakan bit. Dan bit ini sendiri mewakili angka satu dan nol.

Mari kita coba angka lain coba dengan angka 128 64 32 16 8 4 2 1

it4

Dalam ilmu deret ukur tentu anda bisa melihat pola perubahan angkanya, benar. Angkanya sebelah kiri adalah 2 kali dari angka sebelah kanan. Jika angka dijumlah maka kita akan mendapat angka 255.

Coba tebak angka dibawah ini, angka berapa kl dikonversi ke desimal ? ingat pelajaran kita sebelumnya? Jika angka 1 maka menyala dan jika 0 berarti off.

it2

Tepat sekali, angka desimalnya adalah 10 yaitu diambil dari angka 8 dan 2 yang menyala, 8+2=10

it3

Kalau angka diatas ini, maka kita bisa hitung angka desimalnya adalah 64 + 32 + 4 + 2 = 102 Simpel kan.